PELATIHAN METODOLOGI PENELITIAN BAGI AKADEMISI

Sebagai upaya berperan serta meningkatkan kemampuan penelitian bagi akademisi, UPT Perpustakaan ISI Surakarta mengadakan Pelatihan Metodologi bagi Akademisi, Selasa (9/7) sampai Rabu (10/7), bertempat di Ruang Seminar Kampus Kentingan.

Pelatihan ini memadukan teori dan praktek dengan bobot yang seimbang, setara dengan 12 Jam Pelatihan. Narasumber hari selasa berasal dari akademisi yang kompeten yaitu Thoriq Tri Prabowo, S.IP., M.IP. Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dr. Heriyanto, M M. Dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro, sedang narasumber hari Rabu; Joko Suyanto, S.Sn berasal dari Surakarta, seorang praktisi peneliti. dengan moderator Mustofa, SIP., M.A

Pelatihan ini di ikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Akademisi ISI Surakarta (Pustakawan dan Pranata Laboran) serta akademisi dari luar

Narasumber I
Thoriq Tri Prabowo, SIP., MIP
Narasumber II
Heriyanto, S.Sos., M.I.M., Ph.D
Narasumber III
Joko Suyanto, S.Sn
Para peserta pelatihan

Upload Lalan F

Tutorial: Membuat Bookmark dan Watermark pada File PDF dengan Program Adobe Acrobat Profesional

Oleh: R. Lalan Fuandara

  1. Jalankan program ADOBE ACROBAT Profesional (terserah yang mau versi berapa)
  2. Ambil file pdf yang mau di bookmark
  3. Klik icon Bookmark ada disebelah kiri
  1. Klik icon New Bookmark, atau blok judul, sub judul yang mau di bookmark kemudian klik kanan, atau Ctrl+B
  2. Rename tulisan Untitled, dengan cara copy paste judul file  atau tandai judul halaman lalu klik kanan mouse pilih add bookmark
  3. Setelah selasai jangan lupa di Save
  4. Setelah itu member watermark, caranya klik menu document, pilih sub menu watermark kemudian pilih add

Setelah klik add maka akan muncul

Masukkan file image, tulisan yang ingin dijadikan watermark, atur capacity dan scale nya, atur juga page range option (mengatur halaman mana yang ingin diberi watermark) setelah semua sudah di atur kemudian klik OK, dan simpan file anda, ,Ctrl + S

upload by R. Lalan F

Desain dan Kebudayaan

Kata “desain” interprestasi pengertiannya akan berbeda-beda. Hal ini disebabkan kata desain mencakup pengertian yang luas, meliputi merancang software, menyusun kerangka penelitian, merancang mesin, gedung, ruang, sampai men-desain sarung bantal. Dalam buku ini akan dijelaskan pengertian desain dan sejarah peradaban desain.

Meskipun desain modern belum berusia lebih dari dua ratus tahun, tetapi rentang waktu bahasan buku ini meliputi kurun waktu lebih dari 2500 tahun. Desain adalah produk dari budaya ilmu pengetahuan dan teknologi. Desain modern yang lahir sejak Revolusi Industri adalah penerapan dari pemikiran teoritis dari abad pencerahan. Abad ini melahirkan perintis-perintis ilmu yang pemikirannya menjadi landasan ilmu pengetahuan modern. Bila dirunut lebih jauh kebelakang benih kelahirannya sudah tumbuh pada zaman renaisans yang diawalai dengan revolusi Copernicus tentang heliosentrisme, buah pikiran yang mampu melepaskan diri dari cara berpikir dogmatis sebelumnya. Akar metode berpikir rasional ini pada dasarnya berawal dari filsafat klasik Yunani yang bertujuan mencari kebenaran hakiki melalui proses berpikir yang kritis, bersistem, dan logis.

Hasil dari proses desain adalah sebuah rancangan yang diwujudkan melalui proses teknologi tertentu hingga menjadi produk yang mampu menjawab kebutuhan manusia. Dalam tatanan masyarakat dan system ekonomi modern, lingkup tugas desain sudah jauh melewati aspek pragmatic semata, ia harus mampu memenuhi berbagai tuntunan yang timbul dari dinamika social, antara lain, gaya hidup, system ekonomi, aspek psikologi, teknologi, regulasi, cita rasa estetik, dan bisnis.

Titik berat bahasan dalam buku ini bukan pada ulasan tentang desain sebagai artefak akan tetapi pada pemikiran dan filsafat yang melatarbelakangi serta kondisi social ekonomi yang menjadi wadah kelahirannya.

h

@: Lalan Fuandara

Lurik: Pesona, Ragam, dan Filosofi

L

Keberadaan lurik semakin terancam akibat industry tekstil yang lebih mudah dan murah. Kondisi ini merupakan hal yang alami terjadi, saat industry yang lebih canggih dating, maka alat-alat tradisional akan tersisih. Buku ini mengupas bagaimana sejarah lurik di Indonesia, makna-makna filosofis yang terkandung didalamnya.

Lurik Sudah dikenal berabad-abad lalu di Jawa. Keterangan tertua mengenai lurik terdapat dalam prasasti Polengan II tahun 877 M diterbitkan Rakai Kayuwangi yang memerintah kerajaan Mataram Hindu (851-882 M). Dalam prasasti itu disebutkan winaih kain haling pakan welah 1. Kata haling pakan yang dimaksud adalah pakan malang yaitu garis-garis mel;intang pada kain lurik.

Kata lurik berasal dari akar kata rik yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar pelindung bagi pemakainya. Di masa lalu kain lurik dipakai hamper oleh semua orang, sebagai busana sehari-hari. Untuk wanita dibuat kebaya, selendang, dan jarik (kain untuk bawahan). Sedang untuk pria, dibuat baju, yang disebut beskap atau surjan. Selain itu, lurik juga dibuat selendang atau jarik gendong.

Warna lurikpun memiliki makna yang mendalam tentang perenungan hidup, bukan sekedar warna estetika fashion. Misalnya, warna lurik yang mendekati abu-abu melambangkan kasih saying dan restu raja terhadap prajurit seperti abu yang tidak dibakar api.

Buku ini menuturkan secara lengkap, mulai dari sejarah pertenunan di Indonesia, makna filosofis corak-corak lurik, pembuatan lurik, hingga wisata tenun dan lurik. Buku ini juga berisi pengalaman penulis dalam menelusuri jejak lurik di beberapa tempat yang sejak dulu aktif membuat lurik seperti desa Pengkol, Sleman dan Betakan, Moyudan, Sleman. Termasuk juga Boro (Kulonprogo), Jati Sarono (Nanggulan), Klaten, Delanggu, Pedan, Cawas, Jepara dan Tuban.

Sari karangan oleh: R. Lalan Fuandara

SEMINAR & CFP “DISRUPTION IN THE LIBRARY”

UPT Perpustakaan ISI Surakarta mengadakan seminar & CFP pada tgl 18-19 September 2018, seminar dengan tema Disruption In The Library: Inovasi dan Kreativitas Pustakawan di Era Digital dengan pembicara Dr. Bonnie Soeherman dan Nurul Fitria, ST., MM. sedang untuk pemakalah CFP; Khoirul Maslahah, Agnes Karya-Rosalia I., Purwani Istiana, Sri Utari, Tri Hardiningtyas-Triningsih, Bakhtiyar, Mustofa, R. Lalan Fuandara, dan Joko Setiyono

seminar & CFP ini dibuka langsung oleh Rektor ISI Surakarta DR. Guntur, S.Sn., M.Sn

Pembicara 1. Dr. Bonnie Soeherman sedang memberikan materi

Pembicara 2. Nurul Fitria, ST., MM

Pemateri CFP pada hari pertama

Pemateri CFP pada hari ke 2

Materi seminar:

Materi CFP

Presentation sent  

INOVASI DAN KREATIVITAS PUSTAKAWAN_Nurul_Fitria

 

Sosialisasi Layanan Perpustakaan ISI Surakarta 2018

Kegiatan Sosialiasi Layanan Perpustakaan ISI Surakarta 2018 dilaksanakan pada tgl 28 Agustus 2018 dibagi menjadi 2 sesion, yang pertama di Gd Prabangkara Kampus II Mojosongo dengan peserta mahasiswa baru FSRD 2018 dengan jumlah 509 mahasiswa, sedang sesion ke 2 di Pendopo Kampus I Kentingan dengan peserta mahasiswa FSP berjumlah 398 mahasiswa. Kegiatan berjalan lancara dan antusias dari peserta. Kegiatan layanan sosial ini merupakan agenda rutin tahunan dalam setiap kegiatan orientasi mahasiswa baru.

Suasana kegiatan layanan sosial 2018 di Gd Prabangkara, dengan presentator Lalan Fuandara

Suasana kegiatan layanan sosial 2018 di Pendhopo Ageng, dengan presentator Lalan Fuandara

Download:

Panduan 2018 revisi

by: R. Lalan Fuandara