BEDAH BUKU TRANSISI: WAYANG, RELIEF DAN ANIMASI

UPT Perpustakaan pada Tgl 18 Juli 2018 mengadakan kegiatan bedah buku Transisi: Wayang, Relief dan Animasi, karya: Ranang S dan Handriyotopo. Kegiatan bedah buku tersebut di ikuti 30 mahasiswa ISI Surakarta.

Kegiatan bedah buku ini dibedah oleh Handriyotopo dosen DKV ISI Surakarta, yang merupakan salah satu pengarang dari buku itu sendiri.

post by Lalan Fuandara

Pameran Buku Pada Festival Kesenian Indonesia (FKI) Ke-X Di STKW Surabaya

Perpustakaan ISI Surakarta mengadakan pameran buku pada Festival Kesenian Indonesia (FKI) Ke-X di STKW Surabaya.

FKI ke-X merupakan agenda dua tahunan Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS–PTSENI) dengan acara berupa pameran seni rupa, seni pertunjukan, seminar, workshop dan pemutaran film.

Perguruan tinggi seni yang terlibat dalam festival kali ini di antaranya, STKW Surabaya, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ISI Surakarta, ISI Padang Panjang, ISBI Bandung, ISI Denpasar Bali, dan ISBI Tanah Papua.

FKI Ke-X di laksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2018 bertempat di Taman Candra Wilwatikta Surabaya

 

@/Lalan

Roadshow Institutional Repository

Roadshow Institutional Repository adalah kegiatan talkshow yang diadakan UPT Perpustakaan dalam rangka kelanjutan kegiatan institutional repository pada tahun sebelumnya. Talkshow kali ini memfokuskan pada unggah mandiri untuk dosen dan para mahasiswa. Roadshow ini dilaksanan pada Hari Senin, 18 Desember 2017 di Ruang Seminar ISI Surakarta, dengan mengundang Wakil dekan I Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain, perwakilan pejabat Pascasarjana, perwakilan pejabat LPPM, serta Kaprodi-kaprodi dan perwakilan dosen.

Roadshow ini dibuka oleh Wakil Rektor I, DR. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum

Sedang untuk narasumber oleh Joko Setiyono, S.Sos

 

Seminar Nasional “Eksistensi Perpustakaan: Masa Silam, Era Kekinian & Masa Depan”

Menghadapi tantangan peran perpustakaan perguruan tinggi di masa depan, perpustakaan ISI Surakarta mengadakan seminar nasional dengan tajuk “Eksistensi Perpustakaan: Masa Silam, Era Kekinian & Masa Depan”, di Ruang Seminar ISI Surakarta.

Di lingkungan akademik, kehadiran perpustakaan sebagai sumber informasi, panduan, dan rujukan dalam penelitian atau penulisan ilmiah lainnya menjadi satu hal yang vital. Tata kelola perpustakaan dari waktu ke waktu terus berkembang beserta tantangannya di setiap era sampai sekarang. Untuk menghadapi tantangan tersebut maka perlu kegiatan pembekalan dan pengembangan perpustakaan untuk pustakawan, pengelola perpustakaan, dan pemerhati perpustakaan.

Seminar nasional perpustakaan ini menghadirkan tiga narasumber, Safirotu Khoir, Ph. D  (UGM Jogjakarta), Chandra Pratama S.IIP. , M.Sc (Univ. Kristen Petra Surabaya), dan Aris  Setiawan, S.Sn., M.Sn (ISI Surakarta). Safirotu Khoir dalam makalahnya yang berjudul “Past, Present, and Future: Menuju Perpustakaan yang Terhubung” menjelaskan tentang proses perkembangan tata kelola perpustakaan dan tantangan ke depan di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini.

“Pustakawan perlu mempersiapkan kemampuan untuk selalu berinisiatif, beradaptasi, dan berkolaborasi secara internal maupun eksternal. Memiliki kemampuan untuk terbuka dan bergandengan dengan bidang ilmu lain yang terkait dan saling mendukung. Untuk menghadapi era masa depan, penyelenggara perpustakaan dapat mempersiapkan, kepemimpinan dan pengelola perpustakaan yang visioner, fleksibilitas kebijakan pengelolaan perpustakaan, responsifitas terhadap perubahan socio-culture, dan adaptifitas terhadap perkembangan teknologi,” papar Safirotu Khoir kepada peserta seminar.

Pembicaranya lainnya, Aris  Setiawan lebih banyak menyoroti tentang perpustakaan ISI Surakarta yang harus segera menyiapkan perpustakaan digital.  Sedangkan Chandra Pratama memaparkan gagasannya tentang eksistensi perpustakaan di masa silam sebagai library as place yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menghadapi tantangan yang ada di depan.

materi seminar bisa diunduh:

Warisan perpustakaan masa lampau untuk perpustakaan masa depan

Talkshow Instutional Repository ISI Surakarta

Pada hari Rabu, 28 Desember 2016 ISI Surakarta menyelenggarakan Talkshow Instutional Repository di Ruang Seminar ISI Surakarta dan dibuka oleh Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Sri Rochana W, S. Kar., M. Hum.

Institusional Repository (IR-ISI) Surakarta adalah sebuah keniscayaan dalam era teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Suatu fenomena dimana teknologi telah menisbikan ruang dan aktu dalam praktik komunikasi dari satu individu ke individu lain, dari satu komunitas ke komunitas lain, dari satu lembaga ke lembaga lain, dari satu bangsa ke bangsa lain, dan satu Negara ke Negara lain.

IR-ISI Surakarta yang dikelola oleh UPT. Perpustakaan ISI Surakarta ini dilandasi oleh Visi sebagai “Jendela Dunia Kreativitas dan Keilmuan Seni”. Secara khusus sustansi IR-ISI Surakarta meliputi dua hal pokok yakni; Academic Instutional Repository dan Artistic Instutional Repository terdiri dari Hasil Penelitian Dosen, Mahasiswa, dan Staf, Buku Teks Monografi, Referensi, Skripsi/TA, Tesis, Disertasi, Artikel Ilmiah, Artikel Populer. Sedangkan Artistic Institusional Repository terdiri dari Karya Seni Pertunjukan Dosen,, Mahasiswa, dan Staf, Karya Seni Rupa, Desain, Media Rekam.

Menurut Prof. Dr. Sri Rochana, W. S. Kar., M. Hum selaku Rektor ISI Surakarta mengatakan, “IR-ISI Surakarta diharapkan dapat memberi layanan informasi akademik dan artistic kepada public baik omestik, nasional, maupun internasional.

Pameran dan Bursa Buku UPT. Perpustakaan ISI Surakarta Tahun 2017

Dalam rangka menyambut Hari Buku Dunia tanggal 23 April dan Pengadaan Buku Tahun 2017, Perpustakaan ISI Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pameran dan Bursa Buku yang dilaksanakan pada tanggal 17 – 21 April 2017 pukul 09.00 s/d 15.00 WIB di Gedung Perpustakaan Pusat ISI Surakarta Lt.1 . Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Sri Rochana. W, S. Kar.,M. Hum pada tanggal 17 April 2017 pukul 09.30 WIB di UPT. Perpustakaan Pusat ISI Surakarta.

Sejumlah penerbit, distributor, dan toko buku yang dipastikan mengikuti pameran antara lain Penerbit Bima Sakti, Penerbit Horizon, TB. Tiga Kota, Penerbit Andi, Penerbit Airlangga, TB. Rabani, Istana Agency, Penerbit Salemba, ISI Press Surakarta dan Pascasarjana ISI Surakarta.

Tujuan diadakannya Pameran dan Bursa Buku ini adalah sebagai upaya perpustakaan dalam melaksanakan program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. UPT. Perpustakaan ISI Surakarta diharapkan dapat memberikan kontribusi dengan cara pemenuhan kebutuhan informasi bagi pemustaka serta meningkatkan minat baca di lingkungan ISI Surakarta dan sekitarnya.

Pemukulan Gong sebagai simbolis telah dibukanya Pameran dan Bursa Buku UPT. Perpustakaan oleh Rektor ISI Surakarta, Prof. Dr. Sri Rochana. W, S. Kar.,M. Hum.
Pengunjung Pameran dan Bursa Buku di Gedung Perpustakaan Pusat ISI Surakarta

 

Layanan Sosialisasi Perpustakaan dalam Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru 2017 ISI Surakarta

Kegiatan Layanan Sosialisasi Perpustakaan adalah kegiatan pendidikan pemakai kepada mahasiswa baru ISI Surakarta, kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya yang diadakan oleh UPT Perpustakaan ISI Surakarta, sasarannya adalah mahasiswa baru ISI Surakarta.

Acara kegiatan Layanan Sosialisasi Perpustakaan berlangsung dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ISI Surakarta. Untuk tahun 2017 diadakan pada hari Jum’at, 18 Agustus 2017 dengan peserta semua mahasiswa baru ISI Surakarta 2017. Dengan narasumber Mustofa, SIP dan dimoderatori oleh B. Heni Budiwati

Gambar 1: Narasumber Mustofa, SIP sedang memberikan paparan sosialisasi layanan perpustakaan

Gambar 2: Peserta layanan sosialisasi perpustakaan Mahasiswa baru ISI Surakarta 2017 sangat antusias menyimak paparan dari narasumber

 

@Lalan September 2017

Inovasi Layanan UPT Perpustakaan ISI Surakarta

Telah hadir inovasi layanan di UPT. Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta Tahun 2017, yakni penambahan fasilitas layanan bagi para pemustaka berupa wifi corner dan instrumental accompaniment. Ketersediaan fasilitas ini berkat kerjasama antara UPT. Perpustakaan, UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Sub. Bagian Rumah Tangga dan BMN Institut Seni Indonesia Surakarta. Tujuan inovasi layanan ini untuk memberikan kenyaman bagi para pemustaka.

Wifi corner berada di luar gedung perpustakaan. Tepatnya di sisi timur gedung perpustakaan, dekat area parkir kendaraan roda dua. Pada fasilitas ini tersedia beberapa payung dan kursi yang dilengkapi dengan stop kontak sebagai supply power. Ada 3 (tiga) buah payung dengan jumlah tempat duduk sebanyak 12 (dua belas) kursi. Setiap satu payung dilengkapi dengan empat kursi.

Melalui fasilitas ini, pemustaka dapat berselancar menjelajah informasi melalui ketersediaan jaringan internet/wifi secara gratis. Fasilitas ini disediakan bagi pemustaka yang ingin mengakses informasi melalui jaringan internet dengan nuansa alami.

Sedangkan inovasi layanan lain yang disediakan bagi pemustaka, yakni instrumental accompaniment berupa pemutaran musik-musik instrumental secara lirih yang bisa dinikmati sambil membaca buku di dalam gedung perpustakaan lantai 2 (dua). Alunan musik-musik instrumental tersebut sebagai pengiring, sekaligus pengusir rasa jenuh agar kembali fresh.

Di setiap ruangan yang ada di lantai dua gedung UPT. Perpustakaan telah terpasang speaker yang dapat memperdengarkan alunan musik-musik instrumental secara lembut.

Selamat menikmati.

(@Lalan F September 17)

PENGEMASAN AUDIO VISUAL SEBAGAI BAHAN INFORMASI DIGITAL DI SOCIAL MEDIA

Narasumber :

  1. Pascalis P.W.
  1. Dwi Rahmanto dan Melisa Angela

16-17 Mei 2017, di Ruang Seminar ISI Surakarta

Kemajuan teknologi komputer, telekomunikasi, dan infrastruktur semakin hari semakin menambah daftar jenis barang-barang fisik yang berhasil mendigitalisasikan dan mentransmisikan dari satu tempat ke tempat yang lain. Keberhasilan proses digitalisasi pada teks, gambar, audio, dan video secara kontinyu diiringi pula dengan keberhasilan para peneliti dalam memperbaiki kualitas dari masing-masing entiti tersebut. Hal ini membawa cakrawala baru pada sisi content services.

Sedangkan, inti dari content services ini adalah bagaimana memasarkan data, informasi, maupun knowledge yang telah dipaketkan sedemikian rupa memiliki value tertentu bagi konsumen. Ada tiga tahapan proses olahan entiti-entiti digital yang dapat menghasilkan output untuk pasarkan, yaitu: Content Creation, Content Packaging, dan Market Making.

Disisi lain, fenomena partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan teknologi untuk mendistribusikan dan menanggapi informasi dengan cepat berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Menimbulkan kerumitan-kerumitan baru yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Dampak penggunaan teknologi digital atau teknologi informasi (online) terhadap budaya atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat (offline) dibingkai oleh terma budaya digital.

Budaya digital menjadi topik hangat untuk didiskusikan, mengingat dampaknya yang semakin kuat dan luas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebut saja, gejolak panas pro-kontra transportasi online, debat haters vs lovers di media sosial saat pemilu, pilpres atau pilkada, hingga isu internasional skandal dokumen Panama. Lalu, bagaimana peluang dan tantangan budaya digital di Indonesia serta bagaimana trennya di masa depan?

Namun yang pasti di era digital, penyebaran informasi telah beralih dari sistem konvensional distribusi-sirkulasi media masa ke model participatory. Masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen pasif, tapi sebagai aktor yang ikut berperan aktif dalam membentuk, menyebarkan, bahkan mentransformasi berbagai informasi. Proses ini pun berjalan dengan sangat cepat tanpa kendala batasan geografis. Perubahan ini menjadi salah satu titik pangkal berbagai masalah yang timbul dan menyebabkan keresahan dalam masyarakat akhir-akhir ini.

Budaya digital memungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain menggunakan media digital. Budaya digital atau disebut Digital Culture merupakan kebudayaan baru yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi dan dimatangkan oleh munculnya media sosial dalam beragam flatform. Media Sosial merupakan sebuah media online dimana para penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi yang meliputi blog, jejaring sosial, forum, maupun dunia virtual. Jejaring sosial merupakan salah satu media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Perpustakaan sebagai lembaga pengelola media ilmu pengetahuan tentunya juga perlu melengkapi diri dengan  media sosial ini.

IMG_3029 IMG_3123 IMG_3141 IMG_2948

Penandatanganan MoA Antara Perpustakaan ISI Surakarta Dengan Perpustakaan Univ. Muhammadiyah Surakarta

Pada hari Rabu, 5 Oktober 2016 pukul 10.00 WIB telah diadakan penandatanganan Memorandum Of Action (MoA) antara Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta dengan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penandatangan Memorandum Of Action (MoA) dilakukan oleh masing-masing Kepala Perpustakaan kedua pihak yang bertempat di Ruang Rapat Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta dengan disaksikan oleh beberapa staf perpustakaan kedua pihak.

Nyono, S.Sos selaku Kepala UPT. Perpustakaan ISI Surakarta mengatakan, “kerjasama ini menekankan dalam bidang perluasan layanan bagi pemustaka kedua pihak. Dalam nota perjanjian kerjasama akan mulai berlangsung selama tiga tahun sejak penandatanganan dan akan diperbaharui kelanjutannya atas kesepahaman kedua pihak”. (Oleh: R. Lalan F)

isi-surakarta-kerjasama-perpustakaan-isisurakarta-dengan-perpustakaan-univ-muhammadiyah-surakarta-300x217 isi-surakarta-kerjasama-perpustakaan-isisurakarta-dengan-perpustakaan-univ-muhammadiyah-surakarta-3-300x246