Seminar Nasional dan Call for Papers “Peningkatan Aksesibilitas Informasi Perpustakaan Melalui Optimalisasi SLiMS” diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Prof., Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. memberikan sambutan dan membuka secara resmi Seminar Nasional dan Call for Papers yang bertema “Peningkatan Aksesibilitas Informasi Perpustakaan Melalui Optimalisasi SLiMS”. Acara ini diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada tanggal 4 September 2025 dengan menghadirkan narasumber Hendro Wicaksono, SS., M.Hum. (Code Developer SLiMS dan Pakar TIK Perpustakaan, Kemdikdasmen Jakarta) dan Erwan Setyo Budi, S.Hum. (Pustakawan Poltekkes Kemenkes Semarang).

Dalam sambutannya Prof. Nyoman menyampaikan bahwa SLiMS (Senayan Library Management System) sudah banyak diterapkan pada sistem informasi perpustakaan baik di dalam negeri maupun luar negeri. SLiMS sendiri sudah banyak “menolong” dengan memudahkan pengelolaan perpustakaan, meningkatkan kualitas layanan, dan memudahkan dalam kerja sama. SLiMS biasa digunakan dalam: a) Pengatalogan, b) Penelusuran informasi, c) Sirkulasi, d) Manajemen keanggotaan, e) Inventarisasi koleksi f) Statistik/pelaporan, g) Manajemen terbitan berseri, dan mungkin masih banyak lagi manfaatnya yang nanti akan disampaikan narasumber pada seminar hari ini.

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan peserta yang hadir dalam Seminar Nasional & Call for Papers yang diadakan oleh UPA Perpustakaan ISI Surakarta. Selain itu, rektor mengapresiasi kepada UPA Perpustakaan ISI Surakarta yang telah menyelenggarakan acara seminar ini yang rutin diadakan setiap tahun. Sehingga terjalin silaturahmi antar pemerhati perpustakaan, khususnya antar pustakawan dan juga tempat sharing ilmu, kali ini dalam bidang pengembangan sistem informasi perpustakaan.

Foto: Rektor ISI Surakarta menyampaikan sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional dan Call for Papers yang bertema “Peningkatan Aksesibilitas Informasi Perpustakaan Melalui Optimalisasi SLiMS”

Narasumber Hendro Wicaksono menyampaikan tentang SLiMS : Meretas Jalan Otomasi Perpustakaan di Indonesia (sebuah dokumentasi singkat perjalanan pengembangan SLiMS). Salah satu tugas utama kami saat itu adalah mengimplementasikan sistem otomasi perpustakaan. Perangkat lunak yang digunakan saat itu adalah Alice for Windows (selanjutnya disebut Alice). Namun seiring dengan waktu, Alice ini tidak dapat digunakan dan pengguna tersandera kebijakan yag tidak berpihak pada pengembang dan pemakai.  Kami pengelola perpustakaan Kemdiknas memutuskan mengembangkan sendiri perangkat lunak otomasi perpustakaan sendiri. Teknologi yang kami pilih haruslah sesuai dengan idealisme, yaitu Open source. Open source adalah perangkat lunak yang kode sumbernya (source code) dapat diakses, digunakan, dan dimodifikasi oleh publik secara bebas. Dibuatlah SLiMS, rilis SLiMS pertama kali ke publik di acara Festival Literasi Indonesia Yogyakarta tanggal 6-9 Desember 2007. Kemudian SLiMS dikembangkan terus, mulai SLiMS versi Senayan 3 RC4 hingga  SLiMS 9, codename Bulian. Seiring dengan perkembangan SLiMS, para developer dan kontributornya juga terus berkembang. Mereka datang dari berbagai negara dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tapi semua punya spirit yang sama, ingin berkontribusi di dalam pengembangan SLiMS dan perpustakaan. Termasuk munculnya komunitas SLiMS terbentuk yang mempunyai kebutuhan dan minat yang sama terkait implementasi SLiMS.

Foto: Narasumber Hendro Wicaksono, SS., M.Hum.

Menurut Hendro, manfaat SLiMS bagi perpustakaan antara lain 1) Memberikan perpustakaan kemerdekaan dan kebebasan untuk melakukan otomasi perpustakaan tanpa harus pusing dengan biaya, ketergantungan pada vendor, dan lisensi yang mencekik. 2) Memberikan perpustakaan kebebasan untuk membangun ekosistem berbasis TIK atau bahkan bergabung dengan Ekosistem Perpustakaan secara nasional. 3) Memberikan perpustakaan kebebasan untuk terintegrasikan dengan berbagai layanan yang ada.

Sementara itu, narasumber berikutnya, Erwan Setyo Budi membahas tentang pemanfaatan dan inovasi SliMS untuk peningkatan aksesibilitas informasi perpustakaan. Perpustakaan merupakan pusat pengetahuan, media akses informasi dan literasi digital. Tantangan perpustakaan di era digital yakni kebutuhan sistem pengelolaan koleksi cepat, akurat, dan modern, solusinya adalah menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System). Lanjut Erwan, SLiMS merupakan Open Source buatan pustakawan Indonesia ID yang multi platform, ringan dan gratis. Fitur utamanya katalog online (OPAC), manajemen anggota, sirkulasi, statistik, dan repository digital. Manfaat yang didapatkan jika perpustakaan menerapkan SLiMS; otamasi layanan seperti sirkulasi, katalog dan peminjaman, akses online selama 24 jam, mudah membuat statistik dan laporan secara cepat, trasparan dengan basis data, dan terintegrasi dengan sistem akademik.

Foto: Narasumber: Erwan Setyo Budi, S.Hum.

Pada sesi penutupan acara, kepala UPA Perpustakaan ISI Surakarta M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos. M.A. menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalamannya, kepada moderator yang telah memandu jalannya seminar, kepada para penulis prosiding, terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir dalam acara Seminar Nasional & Call for Papers yang diadakan oleh UPA Perpustakaan ISI Surakarta. Ali menambahkan jika sistem informasi perpustakaan yang digunakan di Perpustakaan ISI Surakarta saat ini (Digilib) sulit untuk dikembangkan, sehingga direncanakan akan menggantinya dengan SLiMS (Senayan Library Management System).

kepala UPA Perpustakaan ISI Surakarta M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos. M.A
CP: Ali (085642370005)