” Menajamkan Kemampuan Memecahkan Masalah Lewat Seni “
Judul: Fixed: How to Perfect the Fine Art of Problem Solving
Penulis: Amy E. Herman
Penerbit: HarperCollins
Cetakan: Edisi I, 2021
Halaman: 319 hlm. : ilus.; 24 cm
Bahasa: Inggris
ISBN: 978-0-06-300484-9
Diresensi oleh: Joko Setiyono, S.Sos
Di dunia yang serba cepat dan kompleks ini, kemampuan untuk memecahkan masalah dengan efektif semakin menjadi kualitas yang dicari, baik dalam dunia profesional, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Sering kali, pemecahan masalah memerlukan pendekatan yang lebih dari sekadar logika atau strategi yang terstruktur. Di sinilah seni, khususnya dalam bentuk apresiasi terhadap karya seni, memainkan peran yang luar biasa. Dalam bukunya yang berjudul Fixed: How to Perfect the Fine Art of Problem Solving, Amy E. Herman mengajak kita untuk memanfaatkan seni sebagai alat untuk mengasah keterampilan analitis dan memperbaiki proses pemecahan masalah yang lebih holistik.
Membangun keterampilan analisis melalui seni inilah konsep yang diperkenalkan dalam buku ini. Walau sejatinya Amy E. Herman bukanlah seorang seniman, melainkan seorang kurator seni yang memanfaatkan pengalaman dan pemahamannya tentang seni visual untuk membantu orang dalam berbagai sektor—mulai dari dunia medis, militer, hingga dunia korporat—mengasah keterampilan mereka dalam analisis dan pengambilan keputusan. Namun dengan buku ini Herman bukan hanya menawarkan teori seni atau teknik estetika, tetapi lebih kepada bagaimana apresiasi terhadap karya seni dapat mengasah kemampuan kognitif dan pemecahan masalah.
Dalam buku ini, Herman berpendapat bahwa kemampuan untuk menganalisis dan memahami seni secara mendalam berhubungan langsung dengan kemampuan kita dalam memecahkan masalah. Proses pengamatan yang cermat terhadap karya seni, menurut Herman, dapat melatih kita untuk memperhatikan detail yang sering terlewatkan, melihat suatu situasi dari berbagai perspektif, dan berpikir lebih kreatif dalam menemukan solusi. Konsep ini adalah intisari dari metode yang dikenal dengan nama visual intelligence, yang dibahas secara mendalam dalam Fixed.
Namun, apa yang membuat buku ini berbeda dengan buku-buku lain tentang pemecahan masalah adalah pendekatannya yang berbasis seni. Herman bukan hanya mengajak pembaca untuk belajar teori atau metodologi pemecahan masalah, melainkan untuk melihat dan mengamati seni dengan cara yang lebih kritis, mengaitkan elemen-elemen dalam karya seni dengan cara kita memandang masalah dan tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan nyata.
Mendalami Karya Seni untuk Memecahkan Masalah
Salah satu teknik utama yang dipaparkan oleh Herman dalam bukunya adalah menggunakan karya seni sebagai alat untuk meningkatkan keterampilan analitis. Dalam setiap bab, Herman memberikan panduan untuk menganalisis karya seni, baik itu lukisan, patung, atau objek visual lainnya, dan menghubungkannya dengan keterampilan yang diperlukan dalam memecahkan masalah. Setiap karya seni yang dianalisis tidak hanya dilihat sebagai objek estetika, tetapi sebagai alat yang memungkinkan kita untuk menggali dan memahami masalah dari berbagai sudut pandang.
Contoh konkret yang disajikan dalam buku ini adalah analisis lukisan berjudul “The Raft of the Medusa” karya Théodore Géricault yang menjadi salah satu contoh utama di bab awal. Dalam analisis ini, pembaca diajak untuk menggali elemen-elemen visual dalam lukisan tersebut, seperti komposisi, warna, dan ekspresi wajah tokoh-tokoh di dalamnya. Namun, yang lebih penting lagi adalah cara kita menganalisis apa yang tersembunyi di balik elemen-elemen tersebut—misalnya, pertanyaan tentang makna dan simbolisme yang ada dalam setiap detail lukisan. Proses ini mengajak kita untuk melihat lebih jauh dari apa yang terlihat di permukaan, sebuah keterampilan yang sangat penting dalam mendiagnosis masalah dan merumuskan solusi yang efektif. Contoh praktis yang diberikan oleh Herman dalam buku ini memfokuskan pembaca pada latihan-latihan yang melibatkan pemecahan masalah melalui apresiasi karya seni. Tidak hanya teori atau diskusi abstrak, tetapi juga latihan yang langsung bisa diterapkan dalam kehidupan profesional dan personal. Dalam beberapa latihan, Herman memberikan instruksi untuk memperhatikan detail dalam gambar atau lukisan, lalu menjawab serangkaian pertanyaan yang memandu pembaca untuk menyusun perspektif dan pemahaman yang lebih holistik tentang sebuah masalah.
Salah satu masalah utama dalam pemecahan masalah adalah bias kognitif dan kesalahan penilaian. Buku ini mengajarkan kita bagaimana mengenali bias-bias tersebut melalui latihan-latihan pengamatan yang mendalam terhadap karya seni. Apabila kita hanya melihat sebuah masalah dari satu sudut pandang, kita mungkin akan melewatkan berbagai faktor atau informasi penting yang ada. Sama halnya dengan seni—menganalisis karya seni dengan mengabaikan elemen-elemen tertentu bisa mengarah pada kesalahan dalam interpretasi.
Melalui latihan-latihan yang disarankan Herman, kita diajarkan untuk melihat masalah secara lebih luas dan menghindari kesalahan penilaian yang didorong oleh pandangan sepintas. Dengan mengamati karya seni, kita dilatih untuk memperhatikan elemen-elemen yang tidak langsung terlihat, seperti komposisi atau hubungan antar objek dalam lukisan, yang bisa membantu kita untuk mendekati masalah dari sudut pandang yang lebih objektif.
Buku ini, meskipun berbasis seni, memberikan perspektif yang sangat relevan untuk pembaca dari berbagai latar belakang—terutama mereka yang ingin mengasah keterampilan pemecahan masalah dalam dunia profesional. Dibandingkan dengan buku-buku lain yang berfokus pada pemecahan masalah dalam konteks bisnis atau manajemen, seperti The Lean Startup karya Eric Ries atau Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman, Fixed menawarkan pendekatan yang lebih kreatif dan menyentuh sisi emosional dari proses pemecahan masalah.
Berbeda dengan buku-buku yang menawarkan pendekatan berbasis data atau algoritma, Fixed lebih mengutamakan pendekatan humanistik yang mengandalkan keterampilan berpikir kritis, refleksi, dan pengamatan mendalam—keterampilan yang sering kali kurang diperhatikan dalam dunia profesional yang sering berfokus pada solusi cepat dan praktis.
Selain itu, dibandingkan dengan buku yang lebih bersifat teknis dan kaku seperti The Art of Thinking Clearly karya Rolf Dobelli, Fixed memberikan pendekatan yang lebih interaktif dan berdasarkan pada pengalaman praktis, yang memungkinkan pembaca untuk berlatih langsung dengan cara yang menyenangkan dan tidak terlalu teoritis.
Meskipun Fixed sangat efektif dalam menggali dan mengajarkan keterampilan analitis melalui apresiasi seni, ada beberapa aspek yang mungkin kurang bagi pembaca yang mencari aplikasi langsung dalam dunia nyata. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, meskipun Herman memaparkan banyak latihan pengamatan dan analisis terhadap karya seni, buku ini tidak menawarkan contoh konkret di mana sebuah masalah tertentu berhasil diselesaikan melalui pendekatan seni. Misalnya, akan sangat menarik jika ada studi kasus di mana organisasi atau individu berhasil memecahkan masalah nyata—baik dalam konteks bisnis, medis, atau sektor lainnya—menggunakan teknik yang dijelaskan dalam buku ini.
Bisa disimpulkan bahwa Fixed: How to Perfect the Fine Art of Problem Solving karya Amy E. Herman adalah buku yang mengajak kita untuk melihat dunia pemecahan masalah dari sudut pandang yang lebih mendalam dan kreatif. Dengan menggabungkan seni dan analisis visual, Herman menawarkan pendekatan yang menyegarkan dan aplikatif untuk mengasah keterampilan analitis kita. Bagi mereka yang tertarik untuk memperbaiki cara mereka berpikir dan memecahkan masalah, buku ini adalah bacaan yang layak dipertimbangkan.
Namun, meskipun buku ini sangat efektif dalam mengajarkan keterampilan visual dan analitis, keberadaan contoh konkret yang lebih spesifik dari penerapan metode ini dalam situasi dunia nyata akan semakin meningkatkan kredibilitas dan dampaknya. Bagi mereka yang ingin mengembangkan cara berpikir yang lebih kreatif dan inovatif, Fixed bisa menjadi panduan yang sangat bermanfaat—sebuah pelatihan intelektual yang memanfaatkan kekuatan seni untuk merumuskan solusi. Buku ini bisa dicari dan dibaca oleh para pemustaka Perpustakaan ISI Surakarta, lokasi penyimpanan dengan nomor panggil: 700 HER f []

