Judul: Sejarah Umat Manusia
Penulis: Arnold Toynbee
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: Cetakan pertama, 2004
Halaman: xv, 792 hlm. : ilus.; 23 cm
Bahasa: Bahasa Indonesia
ISBN: 979-3477-74-1
Diresensi oleh: Joko Setiyono, S.Sos
Sejarah Umat Manusia, terjemahan dari karya monumental Arnold Toynbee, Mankind and Mother Earth: A Narrative History of the World, adalah sebuah karya besar yang mengajak pembaca untuk merenungkan perjalanan panjang umat manusia melalui berbagai zaman, mulai dari peradaban kuno hingga dominasi Barat yang mendominasi dunia pada abad-abad terakhir. Buku ini, yang diterbitkan pada tahun 2004 oleh Pustaka Pelajar, tidak hanya menjadi sebuah kronik sejarah, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang kondisi manusia, bagaimana mereka berkembang, bertahan, dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Pengarangnya Arnold Toynbee adalah Sejarawan besar dengan pandangan yang unik. Arnold Toynbee, lahir pada 14 April 1889 di Inggris dan meninggal pada 22 Oktober 1975, dikenal sebagai salah satu sejarawan paling terkemuka abad ke-20. Pendekatan Toynbee terhadap sejarah bukanlah sekadar melihatnya sebagai urutan peristiwa politik, melainkan sebagai rangkaian perkembangan peradaban manusia. Dengan latar belakang akademis yang mendalam, Toynbee menghabiskan banyak waktu di berbagai universitas dan lembaga, termasuk menjadi Direktur Kajian di Royal Institute of International Affairs. Pada masa Perang Dunia I dan II, ia juga aktif dalam diplomasi, mewakili Inggris dalam berbagai konferensi perdamaian. Keahlian dan pengalamannya tersebut tercermin dalam cara dia menganalisis sejarah umat manusia secara lebih luas dan holistik.
Buku Sejarah Umat Manusia adalah hasil dari pandangan filosofis dan sejarah Toynbee tentang bagaimana peradaban manusia berkembang, bertumbuh, dan kadang hancur. Buku ini menganggap bahwa peradaban bukan hanya sekadar sistem politik atau kerajaan yang muncul dan tenggelam, tetapi juga sebuah entitas yang lebih luas, meliputi aspek budaya, sosial, dan ekonomi yang saling terkait.
Buku ini terbagi dalam beberapa bagian yang mencakup peradaban-peradaban besar dari seluruh dunia. Toynbee mengupas sejarah umat manusia dengan menelusuri peradaban-peradaban yang telah ada, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebangkitan dan kejatuhan mereka, serta memaparkan bagaimana masing-masing peradaban memberikan kontribusi terhadap perkembangan manusia secara keseluruhan. Toynbee tidak hanya berfokus pada peradaban-peradaban Barat, tetapi juga memberikan perhatian besar pada peradaban Timur dan Afrika, yang seringkali terabaikan dalam narasi sejarah tradisional.
Kehidupan Peradaban: Dinamika Kekuatan dan Krisis
Salah satu konsep utama yang diusung oleh Toynbee dalam buku ini adalah gagasan bahwa peradaban manusia selalu berada dalam siklus kekuatan dan krisis. Toynbee mengemukakan bahwa setiap peradaban pasti akan menghadapi tantangan, baik itu dalam bentuk serangan dari luar, perubahan sosial internal, atau bahkan kerusakan ekologis. Krisis ini, meskipun tampak merusak, sering kali menjadi titik balik yang membawa perubahan besar dalam struktur peradaban itu sendiri.
Namun, Toynbee juga menekankan bahwa tidak semua peradaban mampu mengatasi krisis mereka. Sebagian besar peradaban yang gagal, menurutnya, adalah mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi, baik itu dalam bentuk tekanan eksternal atau evolusi internal. Di sisi lain, peradaban yang berhasil melewati krisis ini cenderung mampu berkembang lebih jauh, berinovasi, dan menciptakan sistem sosial yang lebih maju.
Kontribusi Peradaban Timur dan Barat
Salah satu hal yang paling menarik dalam buku ini adalah pendekatan Toynbee yang inklusif terhadap peradaban. Dia tidak hanya menyoroti peradaban-peradaban Barat yang seringkali dianggap sebagai pusat sejarah dunia, tetapi juga memberikan perhatian yang besar pada kontribusi peradaban Timur, seperti India, China, dan Mesopotamia. Toynbee menyarankan bahwa kebudayaan dan pemikiran Timur memberikan dasar yang kokoh bagi banyak aspek dari peradaban global, meskipun sering kali kurang diperhatikan oleh sejarawan Barat.
Pada saat yang sama, Toynbee juga mengamati bagaimana dominasi Barat yang muncul pada abad ke-19 dan 20 telah merubah dinamika dunia. Proses kolonialisasi dan imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara Barat, menurut Toynbee, telah mengubah lanskap dunia secara drastis dan mempercepat dominasi budaya dan ekonomi Barat. Buku ini mengeksplorasi dampak jangka panjang dari perubahan tersebut dan bagaimana negara-negara yang terjajah berusaha untuk menemukan jalan mereka sendiri setelah kemerdekaan.
Melihat sejarah manusia sebagai satu rangkaian yang panjang, Toynbee tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga menawarkan pandangan tentang masa depan umat manusia. Dia mengamati bahwa umat manusia menghadapi banyak tantangan besar, termasuk krisis lingkungan, ketidaksetaraan sosial, dan konflik antarnegara. Toynbee mengingatkan pembaca bahwa peradaban yang mampu bertahan adalah mereka yang dapat mengatasi tantangan-tantangan besar ini dengan cara yang inovatif dan adaptif.
Secara khusus, Toynbee sangat prihatin dengan dampak industrialisasi dan perkembangan teknologi terhadap lingkungan dan kesejahteraan manusia. Ia mengamati bahwa meskipun peradaban Barat berhasil mencapai kemajuan teknologi yang luar biasa, mereka juga menghadapi ancaman besar dalam bentuk kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh cara hidup mereka. Ini adalah peringatan penting yang relevan dengan tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini, yang terkait dengan pemanasan global dan degradasi lingkungan.
Toynbee juga dikenal dengan kritiknya terhadap dominasi pandangan Barat dalam studi sejarah. Dalam buku ini, ia menggali bagaimana historiografi Barat seringkali mengabaikan atau meremehkan peran peradaban non-Barat. Melalui pendekatannya yang lebih inklusif, Toynbee memberikan suara kepada peradaban-peradaban yang sering kali diabaikan, seperti peradaban Islam, India, dan China, yang semuanya memiliki dampak besar terhadap sejarah dunia. Pendekatan ini memberikan pembaca pandangan yang lebih luas dan lebih beragam tentang sejarah manusia.
Sejarah Umat Manusia adalah sebuah karya yang mencerahkan namun juga provokatif denganmemadukan analisis sejarah yang mendalam dengan pandangan filosofis yang tajam. Toynbee berhasil mengajak pembaca untuk melihat sejarah umat manusia bukan sebagai serangkaian peristiwa terisolasi, tetapi sebagai suatu proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara peradaban, lingkungan, dan kekuatan global. Buku ini menantang kita untuk merenungkan peran kita dalam sejarah dunia dan apa yang bisa kita pelajari dari masa lalu untuk menghadapai tantangan masa depan. Bagi pembaca yang tertarik untuk memahami perkembangan sejarah manusia dari perspektif yang lebih luas dan inklusif, Sejarah Umat Manusia adalah buku yang tidak boleh dilewatkan. Selain memberikan wawasan yang mendalam, buku ini juga mengajak kita untuk berpikir kritis tentang masa depan peradaban kita sendiri. Buku ini bisa dicari dan dibaca oleh para pemustaka Perpustakaan ISI Surakarta, lokasi penyimpanan dengan nomor panggil: 900 Toy s []
