Home / Informasi / Lurik: Pesona, Ragam, dan Filosofi

Lurik: Pesona, Ragam, dan Filosofi

L

Keberadaan lurik semakin terancam akibat industry tekstil yang lebih mudah dan murah. Kondisi ini merupakan hal yang alami terjadi, saat industry yang lebih canggih dating, maka alat-alat tradisional akan tersisih. Buku ini mengupas bagaimana sejarah lurik di Indonesia, makna-makna filosofis yang terkandung didalamnya.

Lurik Sudah dikenal berabad-abad lalu di Jawa. Keterangan tertua mengenai lurik terdapat dalam prasasti Polengan II tahun 877 M diterbitkan Rakai Kayuwangi yang memerintah kerajaan Mataram Hindu (851-882 M). Dalam prasasti itu disebutkan winaih kain haling pakan welah 1. Kata haling pakan yang dimaksud adalah pakan malang yaitu garis-garis mel;intang pada kain lurik.

Kata lurik berasal dari akar kata rik yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar pelindung bagi pemakainya. Di masa lalu kain lurik dipakai hamper oleh semua orang, sebagai busana sehari-hari. Untuk wanita dibuat kebaya, selendang, dan jarik (kain untuk bawahan). Sedang untuk pria, dibuat baju, yang disebut beskap atau surjan. Selain itu, lurik juga dibuat selendang atau jarik gendong.

Warna lurikpun memiliki makna yang mendalam tentang perenungan hidup, bukan sekedar warna estetika fashion. Misalnya, warna lurik yang mendekati abu-abu melambangkan kasih saying dan restu raja terhadap prajurit seperti abu yang tidak dibakar api.

Buku ini menuturkan secara lengkap, mulai dari sejarah pertenunan di Indonesia, makna filosofis corak-corak lurik, pembuatan lurik, hingga wisata tenun dan lurik. Buku ini juga berisi pengalaman penulis dalam menelusuri jejak lurik di beberapa tempat yang sejak dulu aktif membuat lurik seperti desa Pengkol, Sleman dan Betakan, Moyudan, Sleman. Termasuk juga Boro (Kulonprogo), Jati Sarono (Nanggulan), Klaten, Delanggu, Pedan, Cawas, Jepara dan Tuban.

Sari karangan oleh: R. Lalan Fuandara

About pustaka

Check Also

Seminar Nasional: “EKSISTENSI PERPUSTAKAAN: Masa Silam, Era Kekinian & Masa Depan”

Perpustakaan merupakan fundamen peradaban manusia. Dalam  ceramah Halal Bihalal 1438 H Keluarga Besar Perpustakaan Nasional …