“Menelusuri Jejak Keris Jawa: Simbol Mistik dan Warisan Budaya” sebuah resensi buku

Judul: Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar
Penulis: Haryono Haryoguritno
Penerbit: PT. Indonesia Kebanggaanku
Cetakan: Cetakan pertama, 2006
Halaman: xxxii, 424 hlm. : ilus.; 30 cm

ISBN: 9792525300

Diresensi oleh: Joko Setiyono, S.Sos

          

 

“Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar” adalah sebuah karya monumental dari Haryono Haryoguritno yang menggali lebih dalam tentang keris, salah satu artefak budaya paling berharga dan penuh misteri dari Nusantara. Buku ini menyajikan pandangan menyeluruh tentang keris Jawa, menggabungkan perspektif sejarah, mistik, filosofi, dan teknik pembuatan keris. Melalui riset mendalam dan penyajian visual yang kaya, Haryoguritno mengajak pembaca untuk memahami keris bukan hanya sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol budaya dan spiritual yang kompleks.

Kandungan buku dan pendekatan penulis, Haryono Haryoguritno membuka buku ini dengan latar belakang historis yang kuat, mengungkapkan asal-usul keris yang diyakini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keris telah menjadi bagian integral dari sejarah dan budaya Jawa sejak zaman kuno, dan penulis dengan teliti melacak evolusi keris dari senjata tajam hingga menjadi karya seni dan simbol status sosial serta spiritual.

Buku ini tidak hanya memuat informasi sejarah, tetapi juga menjelaskan dimensi mistik yang melekat pada keris. Haryoguritno mengulas berbagai mitos, legenda, dan cerita rakyat yang berkembang di sekitar keris, mencerminkan bagaimana masyarakat Jawa memandang keris sebagai objek yang memiliki kekuatan gaib atau supranatural. Keris bukan sekadar alat perang; ia dilihat sebagai medium yang menghubungkan dunia nyata dengan dunia gaib, menjadi jembatan antara yang fana dan abadi.

Dalam membahas proses pembuatan keris, penulis dengan detail menjelaskan teknik-teknik tempa yang digunakan untuk menciptakan pamor, pola dekoratif yang ada pada bilah keris. Pamor ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga mengandung makna simbolis dan diyakini memiliki kekuatan tertentu. Penulis juga memberikan tabulasi rinci dan deskripsi tentang berbagai jenis dan nama bentuk bilah keris, lengkap dengan ilustrasi yang diambil dari objek asli. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pembaca yang ingin mengenal lebih jauh tentang keris dan nilai-nilai di baliknya.

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah penyajian informasinya yang sangat komprehensif. Haryoguritno berhasil memadukan riset akademis dengan pengetahuan budaya dan spiritual, menjadikan buku ini sebagai referensi yang kaya untuk berbagai kalangan, mulai dari kolektor, peneliti, hingga pecinta budaya Jawa. Buku ini juga menonjol karena keberaniannya mengungkap rahasia yang dulu dianggap tabu atau dirahasiakan, seperti teknik pembuatan pamor dan cara-cara memilih keris berdasarkan kriteria visual, emosional, spiritual, dan tradisi.

Buku ini juga kaya akan ilustrasi, yang tidak hanya mempercantik tampilan buku tetapi juga memperkuat argumen dan narasi yang disajikan oleh penulis. Ilustrasi-ilustrasi ini, yang diambil dari benda asli, memberikan gambaran yang jelas tentang kerumitan dan keindahan keris, menjadikan buku ini sebagai salah satu sumber visual terbaik tentang keris.

Tidak hanya berhenti di sana, Haryoguritno juga memperkenalkan konsep “krisologi,” yaitu kajian ilmiah yang mendalam tentang keris dari berbagai aspek. Upaya ini menjadikan buku ini sebagai pionir dalam pengembangan studi keris sebagai bidang kajian tersendiri, yang menggabungkan elemen sejarah, seni, teknik, dan spiritual.

Jika dibandingkan dengan buku-buku lain tentang keris, seperti “Ensiklopedi Keris” oleh Bambang Harsrinuksmo yang lebih bersifat ensiklopedis dan deskriptif, “Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar” menawarkan pendekatan yang lebih filosofis dan holistik. Buku ini tidak hanya menguraikan jenis-jenis keris dan teknik pembuatannya, tetapi juga menggali lebih dalam ke dalam makna simbolis dan spiritual yang melekat pada keris, yang tidak banyak diungkap dalam buku-buku lainnya.

Keunggulan lainnya terletak pada kemampuannya untuk menjembatani antara perspektif tradisional dan modern dalam memahami keris. Buku ini berupaya menghapus mitos-mitos yang tidak beralasan sambil tetap menghargai nilai-nilai mistis yang telah diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menjadikan “Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar” sebagai buku yang relevan baik bagi pembaca awam maupun akademisi yang tertarik pada kajian budaya dan sejarah Jawa.

Maka boleh diungkapkan di sini bahwa “Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar” adalah sebuah karya yang tidak hanya menawarkan pengetahuan mendalam tentang keris, tetapi juga mengajak pembaca untuk menyelami lebih jauh warisan budaya dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Melalui pendekatan yang interdisipliner dan penyajian yang komprehensif, Haryono Haryoguritno berhasil menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya berguna sebagai referensi, tetapi juga sebagai penghargaan terhadap salah satu kekayaan budaya terbesar Nusantara.

Buku ini, dengan segala kelebihannya, layak untuk dimiliki oleh siapa saja yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang keris dan warisan budaya Jawa. Tidak hanya sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai inspirasi untuk lebih memahami dan menghargai seni dan budaya tradisional Indonesia. Sebagai sebuah kontribusi penting dalam dunia literatur tentang keris, “Keris Jawa: Antara Mistik dan Nalar” patut dijadikan bacaan dan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang salah satu warisan budaya Indonesia yang paling kaya dan misterius. Buku ini bisa dicari dan dibaca oleh para pemustaka Perpustakaan ISI Surakarta, lokasi penyimpanan buku ini adalah pada koleksi khusus R. Hardjonagoro dengan  nomor panggil: 739.72 HAR k []