{"id":3514,"date":"2026-04-27T03:42:45","date_gmt":"2026-04-27T03:42:45","guid":{"rendered":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514"},"modified":"2026-04-27T03:43:19","modified_gmt":"2026-04-27T03:43:19","slug":"naskah-resensi-buku-mengembalikan-rasa-dalam-pendidikan-membaca-ulang-ki-hadjar-dewantara-melalui-musik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514","title":{"rendered":"Naskah Resensi buku &#8220;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &#8220;"},"content":{"rendered":"<h3 style=\"text-align: center;\">Judul: Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik<\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\">Penulis: Diah Uswatun Nurhayati<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Penerbit: Deepublish<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Cetakan: 2020<br \/>\nHalaman: xii+195 hlm.: 25 cm<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Bahasa: Bahasa Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">ISBN: 978-623-02-0530-9<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Resentator: Joko Setiyono, S.Sos<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-3513\" src=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-717x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"278\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-717x1024.jpg 717w, https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-210x300.jpg 210w, https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-768x1097.jpg 768w, https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-1075x1536.jpg 1075w, https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-1434x2048.jpg 1434w, https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1.jpg 1792w\" sizes=\"(max-width: 278px) 100vw, 278px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah dinamika pendidikan modern yang semakin kompleks, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apa sebenarnya tujuan pendidikan? Apakah sekadar membekali peserta didik dengan pengetahuan, ataukah membentuk manusia yang utuh\u2014yang mampu berpikir, merasakan, dan bertindak secara selaras?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaan ini menjadi pintu masuk yang tepat untuk membaca buku Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik karya Diah Uswatun Nurhayati. Buku ini tidak hadir sebagai kritik frontal terhadap sistem pendidikan, melainkan sebagai upaya reflektif untuk menghidupkan kembali gagasan Ki Hadjar Dewantara dalam konteks pendidikan musik di Indonesia. Melalui pendekatan yang sistematis dan berbasis kajian akademik, penulis mengajak pembaca untuk melihat musik bukan sekadar sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai medium pendidikan yang menyentuh dimensi terdalam kemanusiaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Musik sebagai Jalan Pendidikan yang Utuh<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam praktik pendidikan formal, musik sering kali ditempatkan sebagai pelengkap. Ia hadir dalam kurikulum, tetapi tidak selalu menjadi perhatian utama. Padahal, sebagaimana ditunjukkan dalam buku ini, musik memiliki potensi yang jauh lebih luas. Ia bukan hanya soal nada dan irama, melainkan juga tentang rasa, ekspresi, dan pengalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pemikiran Ki Hadjar Dewantara, pendidikan dipahami sebagai proses yang melibatkan tiga dimensi utama: cipta, rasa, dan karsa. Dalam kerangka ini, musik menjadi ruang yang sangat ideal untuk menghadirkan ketiganya secara bersamaan. Ketika anak bernyanyi, memainkan alat musik, atau sekadar mendengarkan, ia tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga mengalami dan merasakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendidikan musik memiliki potensi untuk membentuk kepekaan, empati, dan karakter. Ia membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal dirinya sendiri sekaligus memahami dunia di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghidupkan Kembali Konsep 3N<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pengangkatannya terhadap konsep 3N dalam pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yaitu niroke, niteni, dan nonton. Ketiga tahapan ini menggambarkan proses belajar yang alami dan bertahap. <em>Niroke<\/em> (melakukan) mengajak peserta didik untuk terlibat langsung dalam aktivitas musik. <em>Niteni<\/em> (merasakan) membuka ruang bagi pengalaman batin dan pemaknaan. <em>Nonton<\/em> (memahami) menjadi tahap refleksi dan penguatan pengetahuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pendekatan ini, pembelajaran musik tidak lagi dimulai dari teori, tetapi dari pengalaman. Anak diajak terlebih dahulu untuk berinteraksi dengan musik secara langsung, sebelum kemudian memahami konsep-konsep yang menyertainya.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pendekatan ini terasa sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya. Ia selaras dengan cara manusia belajar secara alami\u2014melalui pengalaman, perasaan, dan refleksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Multikulturalisme dalam Bingkai Musik<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain membahas metode pembelajaran, buku ini juga menempatkan pendidikan musik dalam konteks multikultural. Indonesia sebagai bangsa yang beragam membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu menjembatani perbedaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini, musik memiliki peran yang sangat strategis. Setiap daerah memiliki tradisi musiknya sendiri, yang mencerminkan nilai, sejarah, dan identitas budaya. Dengan mengenalkan berbagai bentuk musik kepada peserta didik, pendidikan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan memahami keberagaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis menekankan bahwa pengalaman estetis dalam musik seharusnya dapat dirasakan oleh semua peserta didik, tanpa memandang latar belakang sosial. Musik menjadi ruang perjumpaan yang inklusif\u2014tempat di mana perbedaan tidak menjadi penghalang, melainkan kekayaan yang memperkaya pengalaman belajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kekuatan Reflektif Buku<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada kemampuannya menghadirkan kembali pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam konteks kekinian secara relevan. Penulis tidak sekadar mengutip, tetapi mengolah dan mengaitkannya dengan praktik pendidikan saat ini, khususnya dalam bidang musik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan yang digunakan bersifat holistik, mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam satu kerangka yang utuh. Hal ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan\u2014tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pengalaman dan pembentukan karakter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, penekanan pada multikulturalisme memberikan dimensi tambahan yang penting. Musik tidak hanya dipahami sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai medium untuk membangun kesadaran budaya dan sikap inklusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Karakter Akademik sebagai Fondasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu dicatat bahwa buku ini merupakan hasil pengembangan dari tesis pascasarjana. Hal ini tercermin dalam struktur penulisan yang sistematis, argumentasi yang runtut, serta penggunaan kerangka teoretis yang kuat. Karakter akademik ini justru menjadi fondasi penting yang memperkuat kedalaman analisis yang disajikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, sebagaimana karya akademik pada umumnya, buku ini lebih menekankan pada pemaparan konsep dibandingkan contoh praktis di lapangan. Bagi pembaca umum, gaya penulisan yang formal mungkin terasa cukup padat. Meski demikian, bagi kalangan pendidik, mahasiswa, dan peneliti, pendekatan ini memberikan nilai tambah karena menawarkan kerangka berpikir yang jelas dan terstruktur.Jika dilengkapi dengan lebih banyak ilustrasi praktik atau studi kasus, buku ini berpotensi menjadi jembatan yang lebih kuat antara teori dan implementasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Relevansi dalam Konteks Pendidikan Saat Ini<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun tidak dimaksudkan sebagai kritik langsung, buku ini secara tidak langsung mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali praktik pendidikan yang ada. Ia membuka ruang dialog tentang bagaimana pendidikan musik dapat dihadirkan secara lebih bermakna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, kebutuhan akan pendidikan yang menyentuh dimensi kemanusiaan menjadi semakin penting. Musik, dalam hal ini, menawarkan jalan yang unik\u2014menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, serta individu dengan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku ini mengingatkan bahwa pendidikan tidak harus selalu dimulai dari teori. Ada ruang bagi pengalaman, bagi rasa, dan bagi proses yang lebih organik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan sebagai Pengalaman Hidup<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik adalah sebuah ajakan untuk melihat pendidikan dari sudut pandang yang lebih luas. Ia tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengajarkan musik, tetapi juga tentang bagaimana memahami proses belajar itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pemikiran Ki Hadjar Dewantara, buku ini mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya adalah pengalaman hidup\u2014proses yang melibatkan tubuh, pikiran, dan perasaan secara bersamaan. Musik menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara utuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah dunia pendidikan yang terus berkembang, buku ini hadir sebagai pengingat yang tenang namun bermakna: bahwa dalam setiap proses belajar, ada ruang untuk rasa yang tidak boleh dilupakan. Dan mungkin, justru dari situlah pendidikan menemukan kembali maknanya.Selengkapnya buku ini bisa dicari dan dibaca oleh para pemustaka UPA Perpustakaan ISI Surakarta, di lokasi penyimpanan dengan\u00a0 nomor panggil: 781.17 DIA k []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul: Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik Penulis: Diah Uswatun Nurhayati Penerbit: Deepublish Cetakan: 2020 Halaman: xii+195 hlm.: 25 cm Bahasa: Bahasa Indonesia ISBN: 978-623-02-0530-9 Resentator: Joko Setiyono, S.Sos Di tengah dinamika pendidikan modern yang semakin kompleks, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apa sebenarnya tujuan pendidikan? Apakah sekadar membekali peserta didik dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-3514","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-resensi-buku"],"blocksy_meta":"","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Naskah Resensi buku &quot;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &quot; - UPA. PERPUSTAKAAN<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Naskah Resensi buku &quot;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &quot; - UPA. PERPUSTAKAAN\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Judul: Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik Penulis: Diah Uswatun Nurhayati Penerbit: Deepublish Cetakan: 2020 Halaman: xii+195 hlm.: 25 cm Bahasa: Bahasa Indonesia ISBN: 978-623-02-0530-9 Resentator: Joko Setiyono, S.Sos Di tengah dinamika pendidikan modern yang semakin kompleks, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apa sebenarnya tujuan pendidikan? Apakah sekadar membekali peserta didik dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"UPA. PERPUSTAKAAN\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T03:42:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-27T03:43:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-717x1024.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pustaka\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pustaka\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\"},\"author\":{\"name\":\"pustaka\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/person\/4a12ab66ef81f0b4f7a0b687fcdb15d3\"},\"headline\":\"Naskah Resensi buku &#8220;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &#8220;\",\"datePublished\":\"2026-04-27T03:42:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T03:43:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\"},\"wordCount\":978,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Resensi Buku\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\",\"url\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\",\"name\":\"Naskah Resensi buku \\\"Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik \\\" - UPA. PERPUSTAKAAN\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-27T03:42:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T03:43:19+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Naskah Resensi buku &#8220;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &#8220;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/\",\"name\":\"UPA. PERPUSTAKAAN\",\"description\":\"ISI SURAKARTA\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization\",\"name\":\"UPA. PERPUSTAKAAN\",\"url\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/isi-ver-putih.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/isi-ver-putih.png\",\"width\":414,\"height\":414,\"caption\":\"UPA. PERPUSTAKAAN\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/person\/4a12ab66ef81f0b4f7a0b687fcdb15d3\",\"name\":\"pustaka\",\"sameAs\":[\"http:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Naskah Resensi buku \"Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik \" - UPA. PERPUSTAKAAN","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Naskah Resensi buku \"Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik \" - UPA. PERPUSTAKAAN","og_description":"Judul: Ki Hadjar Dewantara: Multikultural dalam Pendidikan Musik Penulis: Diah Uswatun Nurhayati Penerbit: Deepublish Cetakan: 2020 Halaman: xii+195 hlm.: 25 cm Bahasa: Bahasa Indonesia ISBN: 978-623-02-0530-9 Resentator: Joko Setiyono, S.Sos Di tengah dinamika pendidikan modern yang semakin kompleks, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apa sebenarnya tujuan pendidikan? Apakah sekadar membekali peserta didik dengan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514","og_site_name":"UPA. PERPUSTAKAAN","article_published_time":"2026-04-27T03:42:45+00:00","article_modified_time":"2026-04-27T03:43:19+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Ki-Hajar-Dewantara_Diah-Uswatun-N-rev-4.0-depan-scaled-1-717x1024.jpg"}],"author":"pustaka","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"pustaka","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514"},"author":{"name":"pustaka","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/person\/4a12ab66ef81f0b4f7a0b687fcdb15d3"},"headline":"Naskah Resensi buku &#8220;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &#8220;","datePublished":"2026-04-27T03:42:45+00:00","dateModified":"2026-04-27T03:43:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514"},"wordCount":978,"publisher":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization"},"articleSection":["Resensi Buku"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514","url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514","name":"Naskah Resensi buku \"Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik \" - UPA. PERPUSTAKAAN","isPartOf":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#website"},"datePublished":"2026-04-27T03:42:45+00:00","dateModified":"2026-04-27T03:43:19+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?p=3514#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Naskah Resensi buku &#8220;Mengembalikan Rasa dalam Pendidikan: Membaca Ulang Ki Hadjar Dewantara melalui Musik &#8220;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#website","url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/","name":"UPA. PERPUSTAKAAN","description":"ISI SURAKARTA","publisher":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#organization","name":"UPA. PERPUSTAKAAN","url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/isi-ver-putih.png","contentUrl":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/isi-ver-putih.png","width":414,"height":414,"caption":"UPA. PERPUSTAKAAN"},"image":{"@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/#\/schema\/person\/4a12ab66ef81f0b4f7a0b687fcdb15d3","name":"pustaka","sameAs":["http:\/\/digilib.isi-ska.ac.id"],"url":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3514"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3516,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3514\/revisions\/3516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/digilib.isi-ska.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}