Dengan mengangkat tema Optimalisasi Layanan Perpustakaan Digital dalam Mendukung Kurikulum Merdeka Belajar yang diselenggarakan Selasa, 20 September 2022. Webinar yang menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni Amirul Ulum, S.Sos., MIP (Direktur Perpustakaan UBAYA) dan Dr. Taufiq Abdul Gani, S.Kom., M.Eng.Sc. (Kapusdatin PERPUSNAS RI) serta dimoderatori Riah Wiratningsih, S.S., M.Si (Pustakawan UNS Surakarta) dalam webinar yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. 

Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., dalam sambutannya sekaligus membuka Webinar UPT Perpustakaan tahun 2022 ini berucap bahwa, sebelum Pandemi Covid-19 seminar perpustakaan diadakan setiap tahun secara luring, namun kali ini dilaksanakan secara daring, semoga tahun depan dapat dilaksanakan secara luring. Rektor mengapresiasi kepada UPT Perpustakaan ISI Surakarta telah menyelenggarakan acara ini dan mengucapkan terima kasih kepada narasumber, peserta dari berbagai perpustakaan di Indonesia yang sudah bergabung dalam acara ini. 

Rektor menyampaikan bahwa setelah dicanangkan sebagai program kebijakan baru oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Nadiem Anwar Makarim. Menurut beliau, merdeka belajar itu berarti sekolah, guru-guru, dan muridnya, dosen dan mahasiswanya, mempunyai kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar. Dosen atau guru boleh berinovasi dan berkreasi merancang proses pembelajaran di kelasnya dengan cara yang paling cocok untuk para siswanya. Kondisi  ini  menjadi penting bagi perpustakaan  untuk membangun ketersediaan informasi  melalui  sistem  simpan dan  temu kembali informasi dalam format digital. Inilah tantangan perpustakaan, kesiapan para  profesionalisasi  pustakawan dalam  mempersiapkan dan mengorganisasi informasi tersebut. 

Nyono, S.Sos, ketua panitia Webinar UPT Perpustakaan tahun 2022 melaporkan bahwa webinar diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, praktisi kepustakawanan, pemerhati kepustakawanan dan pemangku kepentingan kepustakawanan. Ketua panitia juga menyatakan bahwa, perpustakaan digital seakan telah disiapkan untuk para pembelajar zaman now. Mengapa? Munculnya inisiasi kurikulum merdeka bejalar menjadi penanda penting dalam dunia akademis saat ini. 

Merdeka Belajar adalah pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih kuliah yang diminati. Merdeka belajar menuntut kemerdekaan untuk berpikir mandiri dan kreatif, keluwesan dalam hal tempat dan waktu belajar, sehingga perpustakaan menjadi tulang punggung penyedia media ilmu pengetahuan harus bertransformasi dengan berbasis teknologi digital yang bisa diakses setiap waktu. Layanan perpustakaan perlu dikelola baik dari fasilitas sumber daya perpustakaan serta dari aktivitas layanan kepada pemakai.