Seminar Nasional: “EKSISTENSI PERPUSTAKAAN: Masa Silam, Era Kekinian & Masa Depan”

Perpustakaan merupakan fundamen peradaban manusia. Dalam  ceramah Halal Bihalal 1438 H Keluarga Besar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Rabu 4 Juli 2017 di Auditorium Perpusnas Jakarta, Syeikh Fikri Thoriq Alkatiri mengungkapkan: perpustakaan adalah benteng terbesar suatu negara. Kehancuran Al-Andalus atau Andalus diawali dari kehancuran Kordoba. Pada awalnya yang dihancurkan adalah perpustakaan terbesar Andalus di Kordoba, kemudian hancur leburlah Andalus.

Terkait pengembangan perpustakaan, ditekankan pentingnya cermat memandang peluang dan penempatan yang tepat tentang posisi perpustakaan. Menurut periodisasi perkembangan perpustakaan dapat disebutkan ke dalam tiga kelompok yaitu: 1) Perpustakaan pada masa silam (Perpustakaan dulu). 2) Perpustakaan sekarang (Perpustakaan Kini). 3) Perpustakaan pada masa yang akan datang (Perpustakaan Hari Esok).

Pada setiap jaman perpustakaan telah banyak memberi jasa kepada para pemakainya sampai sekarang. Salah satunya sebagai sumber informasi dan panduan, rujukan dalam penelitian untuk sampai pada masa sekarang. Proses perkembangan informasi akan semakin cepat, sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi (TI). Jika masa lalu koleksi perpustakaan diwarnai dengan koleksi dari daun lontar dan tablet tanah liat, sekarang yang paling dominan berupa koleksi tercetak, dan sebagian perpustakaan sudah dalam bentuk mikro, digital, elektronik dan terpasang.

Namun jika kita perhatikan, meskipun teknologi informasi mempunyai beberapa kelebihan, seperti makin cepat, akurat, namun pada sisi yang lain juga mempunyai kelemahan misalnya kita akan sangat tergantung pada teknologi tersebut, biaya yang diperlukan dan perawatan mahal dan lain sebagainya. Dan bagi yang belum terbiasa dengan media tersebut akan mengalami kesulitan. Meskipun teknologi sudah maju, namun media informasi dalam bentuk teks masih akan tetap banyak dimanfaatkan. Sebab, harganya relatif murah, tidak selalu tergantung pada teknologi informasi, dan mudah dipergunakan (dibaca dimana saja).

Manakah eksistensi perpustakaan masa silam yang harus kita pertahankan? Bagaimana seharusnya perpustakaan era kekinian? Adakah tampilan yang dapat menggoda pemustaka untuk selalu memanfaatkan perpustakaan? Persiapan apa bagi penyelenggara perpustakaan dalam menghadapi era masa depan? Inilah yang menjadi tantangan perpustakaan.

DOWNLOAD:

Sistematika Makalah Pendamping Seminar Nasional 2017 ISI Ska

Pin on PinterestTweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+