Seminar Nasional “Soft Skill & Spiritual Skill Pustakawan Dalam Layanan Prima Perpustakaan”

Pustakawan, sebagai salah satu profesi yang bergelut langsung dengan informasi, mau tak mau kini harus berhadapan dengan hal-hal yang merupakan dampak langsung dari “booming” kemajuan teknologi informasi dan komimg_5210unikasi (TIK). Pemustaka dan masyarakat yang harus dilayani pustakawan saat ini adalah suatu generasi baru yang lahir akibat kemajuan TIK yang disebut “Net Generation” atau “the Native Gadget”.

Percepatan ketersediaan informasi dan kemajuan TIK dapat dianalogikan seperti halnya teori Robert Malthus tentang deret ukur dengan deret hitung, bahwa perkembangan informasi cenderung tumbuh pesat seperti deret ukur, tidak sebanding dengan kemampuan kebanyakan manusia (termasuk pustakawan) dalam mengelola dan memanfaatkan informasi.

Dari sekian banyaknya sumber-sumber informasi, sumber dari internetlah yang kini semakin dicari dan digunakan. Mengaksesnya semakin mudah dan murah. Kemudian muncullah isu-miring tentang “kekalahan” perpustakaan dan pustakawan dibandingkan dengan internet dalam memberikan layanan dan menyajikan informasi. Untuk itu diperlukan berbagai cara peningkatan kompetensi pustakawan.

Kompetensi pustakawan dalam melaksanakan sebuah pekerjaan tidak hanya didukung secara teknis atau hard skill saja, namun dibutuhkan keterampilan lain yang bersifat nonteknis, berupa soft skill & spiritual skill yang mendukung dalam bidang apapun. Soft skill & spiritual skill erat kaitannya dengan kepribadian seseorang yang menjadikan karyawan baik, unggul dan dapat diandalkan dalam bekerja. Selain itu, menciptakan hubungan baik dengan menerapkan soft skill & spiritual skill terhadap pemustaka menjadi hal penting. Pustakawan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan, keinginan dan cara pemenuhannya, seperti informasi apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana?

Kemampuan soft skill & spiritual skill menjadi bagian dalam pencapaian tujuan keberhasilan penyelenggaraan layanan prima di perpustakaan. Guna menjawab pertanyaan tersebut kiranya perlu suatu bentuk kegiatan pengkajian dan pembahasan lebih mendalam mengenai soft skill & spiritual skill dalam layanan prima perpustakaan. Oleh karena itu, sangatlah tepat diadakannya kegiatan seminar nasional dengan judul “Soft Skill & Spiritual Skill Pustakawan dalam Layanan Prima Perpustakaan”. Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman dalam mengelola suatu perpustakaan. Direncanakan kegiatan ini akan dihadiri oleh para pustakawan, pengelola perpustakaan,  mahasiswa, dan pemerhati perpustakaan yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan dan pengembangan layanan perpustakaan seiring dengan kemajuan zaman, serta pengembangan keahlian dan wawasan bagi para peserta. (Oleh: R. Lalan F)

Pin on PinterestTweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+